KKL Singapura – Malaysia 2026, Mahasiswa MPWK UNDIP

Mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Diponegoro (UNDIP) Angkatan 2025 sebanyak 15 mahasiswa dan 3 dosen pendamping Wido Prananing Tyas, Ph.D., Rukuh Setiadi, Ph.D., dan Dr.-Ing. Prihadi Nugroho melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke negara Singapura dan Malaysia pada tanggal 7-9 April 2026 yang diikuti oleh 4 konsentrasi diantaranya:

  1. Perencanaan dan Pembangunan Wilayah
  2. Manajemen Pembangunan Kota
  3. Urban and Regional Planning
  4. Smart City

KKL merupakan kegiatan dalam rangka mempelajari best practice untuk mata kuliah Studio Perencanaan dengan topik “Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Kendal yang Berketahanan”. Belajar dari negara Singapura dan Malaysia, hasil KKL ini merupakan refleksi dan pembelajaran serta masukan dalam penyempurnaan laporan Mata Kuliah Studio Perencanaan yang wajib disusun oleh mahasiswa.

Adapun instansi yang dikunjungi antara lain:

Coastal Protection and Flood Resilience Institute (CFI), National University of Singapore (NUS).

Diterima oleh Shie-Yui Long sebagai Advisor dari CFI NUS, yang diisi dengan paparan tentang mitigasi banjir pada pesisir Singapura dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk simulasi banjir.

Urban Redevelopment Authority (URA)

Banyak pembelajaran terkait perencanaan wilayah Singapura mengenai konsep bagaimana untuk tetap mempertahankan sabuk hijau kota pada tekanan terhadap pengembangan ekonomi dan industri.

 

 

 

 

 

Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Built Environment and Surveying (FABU) Universiti Teknologi Malaysia (UTM)

Diterima oleh Assoc. Prof. TPr Dr. Siti Hajar binti Misnan selaku Kepala Departemen, dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Maheran binti Hamzah tentang Success and Challenges to Build Industrial Sector Resilience dari perspektif Smart City.

Majlis Bandaraya Pasir Gudang (MBPG)

Diterima oleh Encik Abd Majid bin Sapihe selaku Timbalan Setiausaha pada MBPG, dengan paparan terkait pengembangan wilayah Pasir Gudang terutama pada kawasan industri dan permukiman, yang dilanjutkan dengan diskusi dengan mahasiswa terkait penataan ruang, kondisi sosial dan ekonomi, serta mitigasi limbah.

   

Malaysia Marine and Heavy Engineering Holdings Berhad (MMHE)

Diterima oleh Nurulzakiah Azmi selaku Environmental Manager, dengan paparan terkait keberlanjutan lingkungan pada lingkup efisiensi energi dan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Setelah acara paparan usai, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada kawasan industri MBPG di mana MMHE merupakan salah satu bagian dari kawasan industri tersebut.

URBANICE Malaysia

Diterima oleh TPr. Ts. Norliza binti Hashim selaku Chief Executive, dilanjutkan dengan paparan dari Syed Iskandar Syed Mustafa Kemal terkait profil dan kinerja dari URBANICE dalam menjembatani pembangunan wilayah yang ada di Malaysia, terutama dalam menyusun Local Voluntary Review dan ikut berkontribusi dalam implementasi kebijakan pemerintah. (Penulis:AryaP)