Seputar Kampus

KKL & STUDIO

Seminar Studio dan Pameran KKL 2018

Rabu, 6 Juni 2018 Program Magister Pembangunan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Diponegoro mengadakan acara tahunan, Seminar Studio dan Pameran KKL. Seminar dan Pameran ini bertujuan untuk menampilkan hasil kerja mahasiswa program S2 dalam mata kuliah studio dan juga hasil kerja mahasiswa program S1 dalam mata kuliah Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

 Seminar studio 2018 ini mengangkat tema “Perencanaan dan Pembangunan di Wilayah Pesisir Kabupaten Purworejo dan Kota Semarang”. Acara ini terlebih dahulu diawali dengan pemotongan pita oleh Sekretaris DPWK Undip, Ibu Dr. Ir. Retno Widjajanti, MTsebagai simbolis pembukaan acara di Halaman Gedung A Lantai 1 DPWK. Kemudian dilanjutkan dengan pameran atau expo dari hasil studio dan KKL dalam beberapa stand yang telah dipersiapkan.

 Selanjutnya, seminar diadakan di Ruang Theather MPWK yang dimulai dengan sambutan singkat dari Kepala Program Studi Magister Pembangunan Wilayah dan Kota, Dr Iwan Rudiarto, ST, MSc dan dilanjutkan dengan pembukaan acara seminar oleh Dekan Fakultas Teknik Ir. Moh, Agung Wibowo, MT. MM, PhD. Seminar kemudian diisi oleh keynote speech dari Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Jawa Tengah Bapak Ir. Arif Jatmiko, MA mengenai Kebijakan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa S2 maupun S1, para dosen DPWK Undip, Pemerintah Daerah Jawa Tengah, Pemerintah Daerah Kota Semarang, serta Pemerintah Kabupaten Purworejo.

 Pada seminar ini, mahasiswa S2 juga turut memaparkan hasil kerja (studio) mereka. Terdapat enam pemaparan yang mewakili setiap konsentrasi yang ada di Program Magister Pembangunan Wilayah dan Kota, yaitu Konsentrasi Urban and Regional Planning, Konsentrasi Sistem Informasi dan Pembangunan, Konsentrasi Perencanaan Pengembangan Wilayah, Konsentrasi Manajemen Prasarana Perkotaan, Konsentrasi Rancang Kota, dan Konsentrasi Perumahan dan Permukiman. Lokasi studi studio tahun ini berada di Kota Semarang dan Kabupaten Purworejo. Khusus untuk konsentrasi Urban and Regional Planning (Kelas Internasional) mengambil wilayah studi di Kaligawe, Semarang yang merupakan program kerjasama dengan Radboud University Nijmegen, The Netherlands. Sedangkan lima konsentrasi lainnya berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

 

Konsentrasi Urban and Regional Planning mengambil tema Urban Regenetion yang dilatarbelakangi oleh masalah penurunan muka tanah, banjir, permukiman kumuh, penghasilan rendah dan daya saing rendah. Kemudian dengan tujuan “Creates Livable and Competitive Kaligawe in 2040” menghasilkan perencanaan yang dibagi menjadi 2 tahapan serta Site Plan kawasan.

Konsentrasi Sistem Informasi dan Pembangunan mengembangkan sistem informasi dalam bentuk peta dan sistem informasi dalam bentuk WebGIS. WeGIS yang dibuat melingkupi pembuatan database dan penyajian informasi perencanaan pembangunan wilayah di Kabupaten Purworejo.

Konsentrasi Perencanaan Pengembangan Wilayah mengangkat permasalahan-permasalahan kewilayahan seperti nilai ekspor IKM gula yang masih rendah, IKM kelapa yang belum memenuhi standar kualitas negara tujuan, dan keterbatasan modal pada IKM Bambu. Melalui studio ini, direncakan mengenai rencana kelembagaan, rencana ekonomi, dan rencana spasial Kabupaten Purworejo.

Konsentrasi Manajemen Prasarana Perkotaan mengembangkan kawasan Kutoarjo-Purworejo menjadi kawasan aglomerasi berbasis jasa, perdagangan, dan industri yang memberi pengaruh ekonomi regional kepada Kabupaten Purworejo.

Konsentrasi Rancang Kota melakukan perancangan Kawasan Alun-Alun Kutoarjo dengan tema Urban Heritage dan menekankan konsep pengembangan heritage site. Melalui perancangan ini diharapkan dapat memelihara, menjaga dan melindungi kawasan Heritage di Kabupaten Purworejo.

Konsentrasi Perumahan dan Permukiman melakukan pengembangan perumahan dan permukiman di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelan yang merupakan kawasan perbatasan. Melalui studio ini, ditentukan konsep dan strategi rencana pembangunan dan pengembangan kawasan perumahan dan permukiman di desa tersebut yang terdiri dari 220 lahan kavling.

 

Setelah semua konsentrasi melakukan pemaparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau tanggapan dari peserta yang hadir. Melalui seminar ini, banyak tanggapan yang diperoleh dari pemerintah daerah berupa apresiasi dan juga masukan yang bermanfaat. Selepas seminar, acara ini juga dilengkapi dengan buka bersama di Selasar Gedung A Lantai 1 DPWK sebagai tanda berakhirnya acara.