Kegiatan

kuliah Umum oleh Micah Fisher PhD dari Hawaii University "Visions of Rural Future in Indonesia"

Kuliah Umum oleh Micah Fisher PhD dari Hawaii University "Visions of Rural Future in Indonesia"

Pada tanggal 23 Oktober 2019, Magister Perencanaan Wilayah dan Kota melaksanakan Kuliah Tamu dengan tema ““Visions of Rural Future in Indonesia: Landscapes, Livelihoods, and Opportunity?”.
Beliau menjelaskan masa depan desa – desa di Indonesia dari perspektif kepemilikan lahan dan pandangan anak muda terhadap desa, dalam hal ini yang terjadi di desa daerah Kajang, Sulawesi Selatan. Terdapat keunikan kepemilikan lahan di desa daerah Kajang. Dua jenis kepemilikan lahan di desa daerah Kajang tersebut, yaitu jenis gilirang dan jenis lahan milik pribadi. Lahan yang bersifat gilirang merupakan lahan yang dimiliki oleh satu keluarga besar dan dikelola secara bergantian, dengan sistem setiap orang atau keluarga berhak mengelola lahan tersebut selama satu tahun dan kemudian berlanjut ke orang atau keluarga berikutnya. Sedangkan lahan milik pribadi merupakan lahan yang dimiliki dan dikelola oleh satu orang atau satu keluarga dengan tanpa ada proses pergantian kepemilikan 
Perspektif anak muda terhadap keberlanjutan atau masa depan desa di Kajang dapat dilihat berdasarkan dua jenis anak muda yang berbeda latar belakang. Yang pertama yaitu anak pemilik sawah merica yang tidak sekolah tetapi berhasil di desa dan bekerja mengelola sawah milik keluarganya (sawah gilirang). Yang kedua yaitu anak pemilik kebun karet yang kuliah di daerah Makasar, kemudian sukses, dan banyak bergabung dengan berbagai organisasi, yang bercita-cita untuk membangun desanya dengan ilmu pengetahuan dan keahlian yang telah diperolehnya selama bersekolah di daerah Makasar. 
Adanya keunikan-keunikan dan potensi yang dimiliki oleh desa-desa di Indonesia seperti yang terjadi di daerah Kajang tersebut sebenarnya dapat berakibat terhadap kebijakan-kebijakan yang ada.. Selama ini daerah perkotaan merupakan daerah yang menjadi pusat atau tujuan pembangunan di Indonesia, sedangkan daerah pedesaan tampaknya pada saat penelitian berlangsung, masih kurang mendapat perhatian lebih oleh pemerintah. 
Setelaj memberikan kuliah acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian kenang-kenangan